Destinasi Berkembang Menuju Klaster Maju: Kecenderungan Kunjungan Wisatawan di Klaster Danau Paisu Pok–Pantai Poganda

Authors

  • Iwan Setiawan Basri Prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako Palu, Indonesia
  • Hadi Abdurrahman Prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako Palu, Indonesia
  • Rosmiaty Arifin Prodi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako Palu, Indonesia
  • Sri Mulyati Prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako Palu, Indonesia
  • H. Salenda Prodi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako Palu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/ruang.v20i1.330

Abstract

Village- and community-based tourism has increasingly been promoted as a strategy to ensure a more equitable distribution of development benefits, particularly in archipelagic regions such as Banggai Kepulauan Regency, Indonesia. This study examines tourist visitation trends in the Danau Paisu Pok–Pantai Poganda Cluster during the 2022–2024 period, determines its position within the regency’s priority destination system using the Tourism Area Life Cycle (TALC) framework, and analyzes management implications from a community-based tourism (CBT) perspective, including the strengthening of regional tourism data systems, through a descriptive exploratory approach based on secondary data. The findings reveal a rapid increase in tourist arrivals, from 20,555 visitors in 2022 to 49,696 in 2023, reaching 51,669 visits by September 2024. This growth places the cluster in the growth phase of the TALC model and indicates a functional transition from an emerging destination toward an advanced tourism cluster, characterized by a visitation surge exceeding 140%, consistent official promotion, strengthened policy support, and a contribution of approximately 47.39% to total tourist arrivals in Banggai Kepulauan Regency in 2024. Institutional strengthening at the village level particularly the designation of Luk Panenteng Village as a developing tourism destination along with community empowerment through CBT, emerges as a key factor supporting the sustainable management of the tourism cluster.

References

Badan Pusat Statistik, Statistik Wisatawan Nusantara 2023, vol. 6. 2024. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/publication/2024/05/23/9bbe16f7f850126353cea5d2/statistik-wisatawan-nusantara-2023.html

A. Yunani et al., “Systematic literature review on tourism village in Indonesia,” WSEAS Trans. Syst., vol. 23, pp. 60–65, 2024, doi: 10.37394/23202.2024.23.6.

S. Arintoko, A. Ahmad, A. A. Gunawan, and Supadi, “Community-based tourism village development strategies: A case of Borobudur tourism village area, Indonesia,” Geoj. Tour. Geosites, vol. 29, no. 2, 2020, doi: 10.30892/gtg.29202-477.

A. Giampiccoli and M. Saayman, “Community-based tourism, responsible tourism, and infrastructure development and poverty,” Afr. J. Hosp. Tour. Leis., vol. 6, no. 2, pp. 1–28, 2017.

S. Priatmoko, M. Kabil, Y. Purwoko, and L. D. Dávid, “Rethinking sustainable community-based tourism: A villager’s point of view and case study in Pampang Village, Indonesia,” Sustainability, vol. 13, no. 6, pp. 1–15, 2021, doi: 10.3390/su13063245.A. Puri, S. Suheri, and Z. Rahman, “Pariwisata berbasis komunitas: Kajian literatur sistematik berdasarkan jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus (2018–2023),” J. Manag. Public Policy, vol. 1, no. 1, 2025, doi: 10.14710/jppmr.v1i1.48799.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, “Desa wisata Luk Panenteng, Kabupaten Banggai Kepulauan,” Jejaring Desa Wisata (JADESTA). [Online]. Available: https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/luk_panenteng_2.

Kemenparekraf/Baparekraf RI, “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024,” Kemenparekraf/Baparekraf RI. [Online]. Available: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/luk_panenteng_2.

Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, Penetapan Desa Wisata Kabupaten Banggai Kepulauan 2024 (SK No. 268 Tahun 2024). 2024. [Online]. Available: https://jdih.banggaikep.go.id/peraturan/file/SK_NOMOR_268_TAHUN_2024.PDF.

A. Wirdayanti and V. Ariani, Pedoman Desa Wisata (Tourism Village Guidelines). Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, 2021. [Online]. Available: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/getdata/file/Buku-Membangun-Desa.pdf.

I. Djadda, “Danau Paisu Pok dan Pantai Poganda, wisata Banggai Kepulauan yang kian viral,” Banggai Raya. []. Available: https://banggairaya.id/danau-paisu-pok-dan-pantai-poganda-wisata-banggai-kepulauan-yang-kian-viral/

Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 165 Tahun 2019 tentang Penetapan Destinasi Pariwisata Unggulan Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. 2019.

Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 605 Tahun 2024 tentang Penetapan Daya Tarik Wisata Unggulan di Kabupaten Banggai Kepulauan. 2024.

K. Lynch, The Image of the City. Cambridge, MA, USA: MIT Press, 1960. [Online]. Available: https://www.cooldavis.org/wp-content/uploads/2022/03/THE_IMAGE_OF_THE_CITY_Kevin_Lynch.pdf.

P. Beritelli, S. Reinhold, and C. Laesser, “Visitor flows, trajectories and corridors: Planning and designing places from the traveler’s point of view,” Ann. Tour. Res., vol. 82, Art. no. 102936, 2020, doi: 10.1016/j.annals.2020.102936.

Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan, “Wisata Banggai Kepulauan Explore Banggai Kepulauan,” JDIH Banggai Kepulauan. [Online]. Available: https://jdih.banggaikep.go.id/Peraturan/searching/?id_peraturan_cat=84&nomor=165&tahun=2019&tentang_katalog=&peraturan_status=#.

Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, “Desa Wisata Luk Panenteng,” Pariwisata Sulawesi Tengah. [Online]. Available: https://pariwisata.sultengprov.go.id/data-pariwisata/desa-wisata/desa-banggai-kepulauan/44-desa-wisata-luk-panenteng.html.

Trip.com, “Atraksi wisata di Kabupaten Banggai Kepulauan (2025),” Trip.com. [Online]. Available: https://id.trip.com/travel-guide/attraction/banggai-islands-regency-1478664/tourist-attractions/type-museums-70-53.

S. F. Bete and S. Alhadar, “Pengelolaan objek wisata Danau Paisupok dalam meningkatkan pendapatan asli desa (PAD-Des) di Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan,” Inovatif: J. Penelit. Ilmu Sos., vol. 4, no. 5, 2024, doi: 10.31004/inovatif.v4i5.15366.

Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan, “Kunjungan Wisatawan 2024,” Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan. [Online]. Available: https://pariwisata.banggaikep.go.id/kunjungan-wisatawan/.

Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan, “Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan,” PPID Kemendagri. [Online]. Available: https://ppid.kemendagri.go.id/storage/dokumen/MmSWNLu4snBD2QdByS6OMpJd3uRuLBl8YpRNbNbv.pdf.

I. Ristiyani and Y. Hermawan, “Pengembangan wisata selam di Banggai Kepulauan,” J. Pariwisata Indonesia., vol. 19, no. 2, pp. 24–34, 2023, doi: 10.53691/jpi.v19i2.397.

A. Giampiccoli and M. Saayman, “Community-based tourism development model and community participation,” Afr. J. Hosp. Tour. Leis., vol. 7, no. 4, pp. 1–127, 2018.

Y. A. Singgalen and H. Prasadja, Pariwisata Berbasis Komunitas. Bandung, Indonesia: Widina Media Utama, 2025.

R. W. Butler, “The concept of a tourist area cycle of evolution: Implications for management of resources,” Can. Geogr., pp. 5–12, 1980, doi: 10.1111/j.1541-0064.1980.tb00970.x.

B. S. R. A. Nugroho, “Penataan kawasan wisata Danau Paisupok, Luk Panenteng, Bulagi Utara, Banggai Kepulauan dengan konsep integrated ecotourism,”Universitas Gadjah Mada, 2019. [Online]. Available: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/177631.

S. S. H. A. Kusworo, “Penyusunan rencana induk pembangunan pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan,” Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada. [Online]. Available: https://puspar.ugm.ac.id/2020/03/19/penyusunan-rencana-induk-pembangunan-pariwisata-kabupaten-banggai-kepulauan/.

E. Baltranaitė, M. Inácio, and L. Valença Pinto, “Tourism impacts on marine and coastal ecosystem services: A systematic review,” Geogr. Sustain., vol. 6, no. 1, pp. 1–14, 2025, doi: 10.1016/j.geosus.2025.100277.

C. A. Sucahyo, Supriyadi, and R. L. Wicaksono, “Analysis of suitability and carrying capacity for ecotourism purposes in the Sepanjang Beach tourism area,” Int. J. Mar. Eng. Innov. Res., vol. 10, no. 1, pp. 406–415, 2025. [Online]. Available: https://iptek.its.ac.id/index.php/ijmeir/article/view/22732/9229.

A. T. Yulius et al., Buku Panduan Kriteria Penetapan Zona Ekowisata Bahari. Bogor, Indonesia: IPB Press, 2018. [Online]. Available: https://poltekkpkarawang.ac.id/slims/?p=show_detail&id=275.

Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, “DTW Kabupaten Banggai Kepulauan: Paisu Pok,” Pariwisata Sulawesi Tengah. [Online]. Available: https://pariwisata.sultengprov.go.id/data-pariwisata/daya-tarik-wisata/dtw-kabupaten-banggai-kepulauan/104-paisu-pok.html.

I. S. Basri, R. Arifin, M. Ilham, S. Sarifuddin, and N. A. Djafar, “Evaluasi dan Penguatan Amenitas–Homestay Berbasis CHSE, GSTC, dan SUPW: Studi Kasus Destinasi Wisata Danau Paisu Pok,” Jurnal Kolaboratif Sains, vol. 9, no. 2, pp. 2116–2231, Feb. 2026, doi: 10.56338/jks.v9i2.10376.

Asian, “Danau Paisu Pok, surga tersembunyi di sudut Bangkep,” Gorontalo Post. [Online]. Available: https://gorontalopost.co.id/2023/02/22/danau-paisu-pok-surga-tersembunyi-di-sudut-bangkep/.

Downloads

Published

2026-04-04

How to Cite

Basri, Iwan Setiawan, Hadi Abdurrahman, Rosmiaty Arifin, Sri Mulyati, and H. Salenda. 2026. “Destinasi Berkembang Menuju Klaster Maju: Kecenderungan Kunjungan Wisatawan Di Klaster Danau Paisu Pok–Pantai Poganda”. RUANG : JURNAL ARSITEKTUR 20 (1):24-39. https://doi.org/10.22487/ruang.v20i1.330.